Kamis, 10 Februari 2011

Pak Beye dan Istananya

Judul : Pak Beye dan Istananya
Penulis : Wisnu Nugroho
Tahun : 2010
Penerbit : Kompas
Halaman : 256

Iseng-iseng nggak ada kerjaan di rumah, saya menyempatkan diri untuk menengok buku tentang orang nomor 1 di negeri kita ini. Saya pikir ini adalah buku bermuatan politik yang biasa dibaca oleh bapak-bapak. Tapi setelah saya baca, buku ini berisikan lelucon-lelucon tentang Pak Beye dan hal-hal yang terjadi di Istana negara.

Terdiri atas 6 bab yaitu : Tunggangan Istana; Orang penting; Orang yang terlupakan; Antara penting dan genting; pernak-pernik Pak Beye; Istana punya cerita.

Cerita-cerita di bab ini merupakan kritik yang ditulis oleh Wisnu Nugroho ketika ia yang berprofesi sebagai wartawan meliput berbagai kejadian di istana. Tapi tidak dengan bahasa yang serius. Saya saja selalu menyunggingkan senyum ketika membaca halaman demi halaman.

Pak Beye dan istananya adalah buku pertama dari tetralogi sisi lain SBY. Di dalamnya juga terdapat foto-foto yang sempat diabadikan oleh penulis. Tunggangan istana misalnya, terdapat foto-foto mobil-mobil mewah yang dimiliki SBY maupun mentri serta tamu-tamunya. Semuanya adalah mobil-mobil langka yang jarang bisa kita temukan di jalanan karena harganya yang tak bisa dijangkau oleh orang kebanyakan.

Pokoknya seru deh. Bukunya lucu. Daripada membahas isu politik yang nggak jelas juntrungnya, buku ini layak dibaca sebagai selingan supaya tidak stres :p

5 komentar:

  1. iya, buku ini kan sempet heboh.. bahkan ada yang bilang kalau buku ini sebenernya bisa berbahaya, bahkan lebih berbahaya daripada "Gurita Cikeas" yang dulu sempet heboh itu..

    tapi aku belom sempet baca.. kayanya kalo dari reviewnya, seru juga kalau bisa nerusin ke seri yang kedua :p

    BalasHapus
  2. iya, buku ini memang menyinggung SBY habis2an.. hehe
    tapi memang sudah seharusnya rakyat jelata seperti kita ini mengetahui kebenaran yang terjadi di istana.. *halah

    BalasHapus
  3. kenapa Rina? Pak Beye idolamu ya? hehehe

    BalasHapus
  4. iya, pas baca judulnya kirain mo ngomongin tentang politik yang njelimet itu..hehe

    BalasHapus