Kamis, 20 Januari 2011

The Ninth - Anak Kesembilan

Judul : The Ninth-Anak Kesembilan
Pengarang : Ferenc Barnas
Tahun : 2010
Jumlah Halaman : 296
Penerbit : Gramedia


Pilihan saya jatuh pada buku ini karena saya ingin memenuhi 'book chalenge' yang mengharuskan untuk membaca buku dengan judulnya yang mengandung unsur 'angka'.


Buku ini ditulis seperti buku harian. Dengan alur cerita yang datar. Dari bab satu sampai tujuh. saya tak menemukan konflik disini. Semuanya hanya berupa cerita yang tidak ada riaknya. Hanya berupa pandangan anak kecil tentang dunia di sekitarnya.

Novel ini berkisah tentang anak kecil yang merupakan anak kesembilan dari sebelas bersaudara di Hongaria pada tahun 60an. Pada saat itu sedang berkembang rezim komunis.

Di bab pertama saya dikejutkan oleh si anak kecil yang membunuh teman-temannya. Namun rupanya itu hanyalah mimpinya dan tidak ada korelasi apa-apa dengan bab selanjutnya padahal saya sangat ingin mengetahui apa maksud mimpi tersebut.

Di novel ini dipaparkan pandangan-pandangan anak itu terhadap saudara-saudaranya. Betapa ia berbeda dengan saudaranya yang lain. Juga tentang ibunya yang merupakan penganut katolik yang taat dan sangat suka memainkan organ serta dekat dengan pendeta.

Ia menggambarkan kehidupannya yang miskin dimana ia harus berbagi ranjang dengan saudara-saudaranya. Ia sangat takut dengan ayahnya yang pemarah dan ibunya yang tak bisa berbuat apa-apa untuk melawan suaminya.

Sebagai keluarga yang religius mereka menjual rosario untuk menopang ekonomi keluarga. Ia juga menjadi putra altar bersama beberapa saudaranya.

Tentang sekolahya, ia menceritakan tentang teman-temannya yang suka membully-nya. Ia mempunyai guru favorit di sekolah ini yaitu Bu Vera. Konflik cuma sedikit muncul di beberapa bab terakhir ketika ia mencuri uang guru yang di sukainya.

Akhir yang menggantung menjadikan saya kecewa dengan buku ini.

2 komentar:

  1. loh? aku malah tertarik abca buku ini... hehehe. saya suka buku yang bertemakan keluarga. apalagi kalau disampaikan lewat mata anak kecil...

    hmm.. beda selera aja kali ya?

    BalasHapus
  2. tapi buku ini cuma penuh sama monolog aja.. kurang menarik menurutku.. hehe

    BalasHapus