Minggu, 09 Januari 2011

The Kite Runner

Judul : The Kite Runner
Penulis : Khaled Hosseini
Penerbit : Qanita
Halaman : 490
Tahun : 2009
Cetakan Ke- : VIII

Saat membuka halaman pertama buku ini saya merasakan atmosfir padang pasir. Seakan-akan saya tersedot kesebuah negara Afganistan dimasa lalu.

Saya pikir ini adalah cerita anak-anak. Kisah seorang Amir dan pelayannya, Hassan yang selalu menghabiskan waktunya dengan bermain bersama.Ternyata lebih dari itu. Buku ini berisi perjalanan hidup yang sangat rumit.

Perbedaan kasta sangat kental. Hassan adalah seorang Hazzara yang di anggap mempunyai strata sosial yang rendah. Ia anak pelayan bernama Ali yang sudah lama melayani keluarga Amir. Hassan berbibir sumbing. Ibunya seorang wanita penghibur yang meninggalkan ia dan ayahnya. Sedangkan Amir adalah anak dari majikan Hassan. Ia saudara sesusu Hassan. Amir tidak pernah menganggap Hassan adalah sahabatnya. Ia hanya menganggap Hassan seperti boneka yang bebas ia permainkan.

Hassan sangat banyak berkorban demi Amir. 'Untukmu yang keseribu kalinya' selalu di katakan Hassan kepada Amir. Suatu ketika Hassan dan ayahnya, Ali pergi dari rumah keluarga Amir. Kepergian Hassan membuat Amir senantiasa selalu di hantui oleh masa lalunya. Betapa ia adalah seorang pengecut yang tidak berani berbuat apa-apa. Perasaan bersalah itu terus membayanginya sampai tua. Sampai ia bisa menebus 'dosa' masa lalu yang dilakukannya terhadap Hassan.

Ketika Rusia menyerang Afganisthan, Amir dan ayahnya terpaksa meninggalkan Afganistan yang tidak lagi aman. Mereka berdua membangun kehidupan yang sangat berbeda di Amerika. Suatu saat, Amir kembali ke Afganistan, negara kelahirannya yang sama sekali tidak dikenalinya karena telah hancur akibat perang. Amir pergi ke Afganistan karena harus menemukan seseorang.

Alur cerita yang campuran (maju-mundur-maju) membuat kita tidak bosan saat membacanya. Terdiri dari 25 bab dan 490 halaman. Khaled Hosseini sungguh berhasil membuat kita terpikat dengan ketulusan Hassan dan di buat kesal dengan ketidakberanian Amir dalam mengambil keputusan.

Jadi tidak sabar untuk menonton film The Kite Runner :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar