Senin, 07 April 2014

Rangkuman Maret 2014

Bulan Maret lalu aku hampir saja berhasil untuk nggak beli buku apa-apa (yang sayangnya gagal).
1. Aku tergoda untuk beli komik Yumeiro Patissiere volume 2,
2. Di akhir Maret, pertama kalinya ikut PO untuk beli novel Confession yang ditulis oleh teman kampusku. Psst.. selamat buat Iis, novel perdanamu terbit Is! *sparkling eyes.

Buku-buku yang aku baca bulan Maret adalah :
Bahasa Indonesia :
1. Melbourne : Rewind
2. The Five People You Met In Heaven
3. Tiga Venus
4. Autumn Once More
5. Supernova : Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh
6. Promises, Promises
7.  Yumeiro Patissiere Vol. 2
8. Detektif Conan Vol. 77
9. A Thousand Splendid Suns
10. Satin Merah

Bahasa Inggris :
Eleanor & Park

Buntelan : Seven Wishes Of My Youth, menang lomba review Miss Bento

Postingan Maret :
Resensi :
1. Tiga Venus
2. Miss Bento

Non-resensi :
-

Film adaptasi buku :
1. 12  Years A Slave
2. 99 Cahaya Part 2
3. Divergent

Postinganku bulan Maret lalu sedikit banget, padahal aku nggak sibuk sama sekali. Hush.. jauh-jauh kau rasa malas!

Ngomong-ngomong, aku bikin instagram @buku_myfloya untuk jualan buku-buku koleksi pribadiku. Siapa tahu ada yang berminat. Oh, twitter @penimbunbuku aku deaktifkan, karena satu dan lain hal, hehe, jadi kalau mau bisa follow twitter pribadiku aja di @myfloya.

Kamis, 13 Maret 2014

Lomba Review Miss Bento

Judul : Miss Bento
Penulis Erlita P.
Penerbit : Grasindo
Tahun : 2013
Halaman : 185
Rating : 4/5 bintang


Sakura Ayu Maharani, biasa dipanggil Saku. Anak Kuliahan. Nggak bisa masak. Bercita-cita pergi ke Jepang.

Biodata singkat Saku diatas pasti sering kita temui, entah itu teman kita atau bahkan diri kita sendiri. Banyak orang Indonesia yang tergila-gila Jepang dan ingin mengunjungi negara tersebut. Tidak hanya Saku, aku juga punya keinginan yang sama. Jadi ketika aku membaca tweet dari @lucktygs tentang Takoyaki Soulmate, aku langsung memasukkannya kedalam wishlist to-buy. Takoyaki Soulmate adalah buku yang juga bercerita tentang seorang gadis dan makanan Jepang. Setelah aku dengar kalau akan ada buku selanjutnya dari Erlita P. tentang makanan Jepang yaitu Miss Bento, aku langsung beli.

Ciri khas novel Miss Bento adalah dilengkapi dengan foto-foto masakan beserta sumber foto tersebut, sehingga nggak bingung untuk membayangkan makanan seperti apa yang dibuat oleh Saku. Sayangnya foto ini tidak berwarna, kalau berwarna pasti jadi makin cantik. Tidak ketinggalan resep masakan yang mudah untuk diikuti oleh pembaca, misalnya resep Okonomiyaki.

Bento (source)

Perbedaan Takoyaki Soulmate dan Miss Bento sulit untuk ditemukan, ya namanya juga penulis dan penerbitnya sama. Paling-paling bedanya selain di jalan cerita, ada di judul tiap bab. Kalau di Takoyaki Soulmate judul bab nya pakai nama masakan Jepang (Takoyaki Soulmate, Okonomiyaki For Two, It's Just Dorayaki), kalau di Miss Bento judulnya pakai bahasa Inggris tanpa embel-embel makanan (The Dreams Begins, Small Step, Another Step).

Miss Bento bercerita tentang Saku yang mau menabung biar bisa jalan-jalan ke Jepang. Secara dia masih mahasiswi, dia putar otak gimana caranya biar dapat uang tambahan. Nah, pas dia ketemu bapak-bapak di commuterline, dia dapat inspirasi untuk berjualan bento. Perjuangan Saku pun dimulai. Ia ikut kursus membuat bento, belajar bikin bento sendiri di rumah, sampai pesanan mulai berdatangan. Tidak lupa ada sedikit bumbu-bumbu percintaan, biar nggak bosan. Konflik yang dibangun di novel ini sangat sederhana, bahkan cenderung datar-datar saja. Kalau suka novel yang konfliknya heboh, menguras emosi bahkan air mata, kayaknya nggak terlalu cocok dengan buku ini.

Novel ini menggunakan POV orang pertama, sehingga adegan didominasi oleh percakapan. Percakapan antar tokoh tidak dibuat-buat, persis seperti percakapan sehari-hari, penuh bahasa gaul khas ABG. Karakter Saku yang ceria menambah semangat pembaca untuk membaca Miss Bento sampai akhir.

Sebagai penggemar budaya Jepang khususnya makanannya, aku sudah lama menantikan ada novel seperti ini. Jujur saja, Takoyaki Soulmate dan Miss Bento adalah novel favoritku bahkan sebelum aku membacanya (yaa aku punya feeling kuat bakal suka dua novel ini). Biasanya cerita tentang makanan yang digabung dengan kecintaan pada Jepang hanya ada di komik-komik Jepang, tapi sekarang ada novel Indonesia dengan tema makanan Jepang sebagai tema utama, aku sangat bersyukur. Bahkan aku mulai menulis novel tentang Jepang juga (sebut saja aku suka ikut-ikutan, hehehe).

Takoyaki Soulmate atau Miss Bento? Aku suka keduanya!

***
Review ini disertakan dalam Lomba Review Miss Bento 

Minggu, 09 Maret 2014

Rangkuman Februari

Berhubung Aul (The Black in Book) lagi Hiatus jadi nggak ada Buying Monday deh. Tetap nyontek ide Aul, aku akan posting buku apa aja yang aku beli/dikasih bulan Februari lalu :

1. Hai Miiko #4 : dibelikan
2. Harry Potter #3 (dan Tawanan Azkaban) : dibelikan
3. Pandemonium : 25.000 di Kalsel Bookfair
4. Insurgent : 45.000 di Kalsel Bookfair
5. The Five People You Meet In Heaven : 26.000 di Bukumoo123
6. Harry Potter #1 (and The Philosopher’s Stone) : 35.000 di Bukumoo123
7. Harry Potter #2 ( and The Chamber of Secret) : 35.000 di Bukumoo123

Buntelan : This Lullaby (Sarah Dessen) – Giveaway dari blognya Mbak Nana

Kalau Januari lalu ada 10 buku baru yang datang, bulan Februari lebih sedikit. Ini juga berkat diet buku yang masih berjalan. Diet buku ini bukan hanya masalah membeli tapi juga menyimpan. Beberapa bukuku aku jual  karena sulit mencari tempat untuk menyimpannya, hehe..

Buku yang aku baca di Februari :
Bahasa Indonesia
1. Princess, Bajak Laut & Alien
2. How To Be Interesting : An Instruction Manual
3.Good Fight
4. The Worry Tree
5. Tiga Manula Jalan-Jalan ke Selatan Jawa
6. Detektif Conan Vol. 76
7. Unforgettable
8. Hai Miiko! 4
9. Pank-Ponk Pika Pika Vol. 1
10. Yumeiro Patissiere Vol. 1
11. Dirty Little Secret
12. Putri Melayu : Kisah Cinta dan Perjuangan Seorang Gadis Melayu di Tengah Kecamuk Pembantaian (cuma dibaca setengah)
13. Melbourne : Rewind
14. The Five People You Meet In Heaven

Bahasa Inggris :
-

Postingan Februari :
Resensi :
1. Fangirl
2. Bliss

Non Resensi
1. Buying Monday + Rangkuman Januari
2. Winna Efendi Reading Challenge 2014
3. Surat Untuk Stiletto Book
4. Laporan Kalsel dan Banjarbaru Bookfair 2014
5. Liebster Blog Awards 2014
6. Posting Bareng BBI : Kuliner

Tiga Venus

Judul : Tiga Venus
Penulis : Clara Ng
Penerbit : Gramedia
Tahun : 2007
Rating : 4/5 bintang

Berhati-hatilah dengan apa yang selama ini kamu inginkan. 

Tidak jarang kita berharap mempunyai hidup seperti orang lain, tapi kalau suatu hari kita bisa memiliki hidup seperti orang lain tersebut, apakah kita mampu?

Emily, Lies, dan Juli yang bertetangga diam-diam saling menginginkan kehidupan masing-masing. Emily seorang perempuan sukses tapi masih lajang diusianya yang ke-30; Lies, janda korban KDRT; Juli, ibu muda dengan tiga orang anak dan mertua yang cerewet. Ketiga orang perempuan ini tiba-tiba saja tertukar tubuhnya. Emily jadi Juli, Juli jadi Lies, Lies jadi Emily saat mereka bangun dari tidur.

Kocak banget membaca pengalaman tiga venus ini saat bertukar tubuh (atau tertukar?). Masing-masing harus menyesuaikan diri dengan kehidupan yang dimiliki oleh si pemilik tubuh. Nggak mudah menjalani hidup seperti orang lain walaupun selama ini kita lihat hidupnya menyenangkan. Terus, yang paling mudah apa dong?


Menjalani hidup kita sendiri dengan penuh rasa syukur!

Jumat, 28 Februari 2014

Posbar BBI (Kuliner) : Bliss

Judul : Bliss (The Bliss Bakery Trilogy #1)
Penulis : Kathryn Littlewood
Penerbit : Mizan Fantasy
Tahun : 2013
Halaman : 308
Rating : 4/5 Bintang

Toko Roti milik keluarga Bliss bukanlah toko roti biasa. Secara turun temurun mereka mewarisi resep rahasia. Resep tersebut mengandung sihir yang sangat berbahaya jika disalahgunakan.

Saat Purdy dan Albert Bliss pergi atas permintaan seorang walikota untuk menyembuhkan wabah penyakit, Rose, Ty, Sage dan Leigh harus mengurus toko roti Bliss tanpa orangtua mereka. Kekacauan mulai muncul saat Lily yang mengaku sebagai bibi mereka datang. Bibi Lily yang sangat cantik itu mencurigakan, tapi anak-anak keluarga Bliss tidak bisa berbuat apa-apa. Lidah mereka kelu begitu saja jika ingin melaporkan mengenai Bibi Lily kepada orangtua mereka!

“Tetapi dia sangat menyenangkan dan cantik!” protes Ty.
Albert menghentikan pujian Ty untuk berkomentar. “Orang-orang yang paling mengerikan selalu 
begitu.” Sahutnya, “itulah pelajaran hidup, Nak.”

Membaca Bliss membuatku sedikit pusing. Bukan karena ceritanya yang tidak menarik, tetapi karena bau kertasnya yang nggak enak. Bau kertas yang nggak enak ini kemungkinan disebabkan oleh halaman yang dibuat berwarna biru (glitter biru). Untunglah setelah beberapa lama baunya mulai menghilang.

Setting tempat dinovel ini aku kira berada di Inggris atau di Perancis. Ternyata ada di Amerika, entah kenapa aku lebih suka kalau novel sihir-fantasi apalagi yang berhubungan dengan kuliner adanya di London atau Paris :D

Resep masakan di Bliss benar-benar aneh, misalnya saja “nafas tidur yang lembut dari seseorang yang tidak pernah berbohong” apa coba.. hehe.. terus ada air liur gajah, mata warlock, dan benda-benda aneh lainnya yang harus dimasukkan agar resep itu manjur.


Berhubung Bliss adalah buku-1 dari trilogi, maka ada hal-hal yang masih menjadi misteri. Misalnya saja kabut yang berbisik dan Bibi Lily. Oke, saatnya membaca Dash of Magic. Buku ke-3 nya belum diterjemahkan Mizan kayaknya nih. Ditunggu banget deh pokoknya!
 
Cute Polka Dotted Pink Bow Tie Ribbon